Slideshow Kegiatan Praktek Kerja Industri

1 2 3

Sep 27, 2012

Macam-macam Kabel Jaringan


Kabel yang digunakan pada jaringan komputer ada berbagai macam jenis mulai dari yang penghantarnya pendek hingga jauh, dari yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai jenis kabel yang umum dipakai. Ada 4 jenis macam kabel yang sering digunakan dalam jaringan, keempat kabel tersebut sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6P94niZywDRbX9h1KRLTPCm0Yv-C0pJNIi6DZ7644bl46zj38o3K4i8J55x_QFz80T0mwLC04YJSZfn1kkP46ykpCmCcsraDP8DPFJw4VAm_MI28GWg0dpXyglwatW-hIvARx_A7Z-zhb/s320/beni-muhaemin.blogspot.com.jpg
  • Kabel Koaksial
kabel koaksial mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  1. Kecepatan dan keluaran 10 - 100 MBps
  2.  Biaya Rata-rata per node murah
  3. Media dan ukuran konektor medium
  4. Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)
Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)Jaringan dengan menggunakan kabel koaksial merupakan jaringan dengan biaya rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat terbatas. Kabel koaksial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring. 



  •  Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Merupakan sepasang kabel yang di twist/dililit satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel (umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel/8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan 100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m.  

  • Kabel Shielded Twisted Pair (STP)


Secara fisik, kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat besar. Dimulai dari konstruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau aluminium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kekurangan STP adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksinya dan lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam penanganan fisiknya.

  • Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung. Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.

Fiber Optik mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Kecepatan dan keluaran 100+ Mbps
  2. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
  3. Media dan ukuran konektor keci
  4. Panjang kabel maksimal yang diizinkan yaitu 2 km (panjang)
read more

Sep 26, 2012

Setting Ad Hoc Wireless Pada Windows 7

Kali ini saya posting tentang Cara Setting Ad Hoc / Wireless (koneksi antara komputer dengan komputer tanpa menggunakan Internet ataupun kabel) Pada Windows 7. cara settingnya sangatlah mudah. Dengan setting wireless ini, kita bisa koneksi ke sesama laptop / PC yang sama sama mempunyai wireless. Biasanya kita sering menggunakan yang namanya Kabel UTP untuk koneksi Atar Laptop / PC. Sebenarnya Wireless ini sama kegunaannya dengan Kabel UTP, yaitu untuk mengkoneksikan Jaringan Antar PC / Laptop tapi tidak menggunakan Kabel. Biasanya disebut Nirkabel (Non Kabel). Manfaat wireless ini banyak abtara lain: 



About IT...

  1. Menghubungkan Antar komputer dengan Tanpa Kabel
  2. bisa sharing data tanpa kabel
  3. bisa sharing printer tanpa kabel
  4. bisa sharing internet tanpa kabel
  5. bisa main game dengan tanpa kabel (Game Multiplayer)
pada no 5. tidak semua game bisa menggunakan Wireless. hanya game yang ada koneksi jaringan saja yang bisa meggunakan fasilitas wireless ini. maksudnya begini... disetiap game kan ada yang bisa digunakan buat berdua dan ada yang hanya digunakan main sendiri.. nah game yang bisa digunakan main berdua itulah yang namanya game Multiplayer (bisa main banyak). contoh game multiplayer ini sangat banyak, yang saya sukai adalah CS (Counter Strike), NFS Mostwanted dan NFS Underground. itu gam yang saya suka... sebenernya banyak sekali game game yang multiplayer...

Untuk setting Wireless pada Windows 7, silahkan lihat dan simak baik baik cara berikut ini :
  1. Masuk Ke Control Panel. Start-> Control Panel.
  2. Kemudian pilih "Network And Internet" lihay gambar dibawah ini
  3. Kemudian Pilih "View Network status And Task"
  4. klik "set up new connection or network"
  5. pilih bagian bawah sendiri. "Setup a wireless ad hoc (computer to computer) network"
  6. klik next
  7. selanjutnya kita mengisi nama network, security type, dan security key/ passwordnya.. untuk yang "No authentication (Open)", kita tidak usah memberi password saat mau koneksi / dibuka secara umum. Untuk yang "WEP" kita harus mengisi password untuk koneksi ke wirelessnya. tetapi uktuk yang "WPA2 personal" sama dengan yang WEP. kita harus mengisikan password jika mau masuk ke wirelessnya. tetapi yang WPA2 Personal, user yang mau masuk terbatas. Untuk User yang menggunakan windows XP mungkin tidak support / tidak mendukung yang WPA2 Personal. jadi usernya harus sama sama Windows 7 untuk yang WPA2 Personal... jika sudah settingnya klik saja next..
  8. Tunggu sebentar. setelah proses selesai klik saja close...
  9. untuk mengeceknya silahkan masuk ke control panel / lihat pada icon network di sebelah bawah paling kanan. jika sudah berhasil akan muncul seperti tampilan dibawah ini.
  10. untuk menghubungkan ke komputer server (komputer yang mensetting Wireless). komputer client (lain), harus mempunyai wireless juga. lihat gambar berikut ini. gambar ini gambar dari user / client yang akan masuk ke Wireless.
  11. setelah itu masukkan key word atau biasa menyebutnya password. masukkan password yang tadi telah dibuat. lihat gambar berikut.
  12. kalo koneksi sudah tersambung atau Connect. maka pada server / pemilik wireless akan tampak seperti gambar berikut ini.... jika tidak sama pada gambar berikut. dicek lagi.
lakukan pengecekkan dengan user yang menggunakan wireless. jika menggunakan password saat membuat wireless tadi, computer client harus memasukkan password yang telah dibuat oleh server. jika masih belum bisa silahkan komentar di bawah postingan ini... jika ada kata kata atau cara ini tidak bisa digunakan, silahkan memberikan komentar...

untuk postingan selanjutnya saya akan membuat artikel tentang bermain NFS Mostwanted Menggunakan Wireless. Adu keceaptan dengan teman.. Asyikkan... tunggu postingan selanjutnya...
read more

Calculasi Subnet Mask


Pada artikel saya sebelumnya mengenai cara design IP address, saya tidak membahas secara detail mengenai subnet mask. Kali ini saya akan bahas bagaimana kita menghitung jumlah subnet mask dan jumlah hosts IP yang bisa dipakai dalam design IP address untuk jaringan local anda.
Seperti kita ketahui bahwa untuk address Class B yang kita pakai pada suatu jaringan akan memungkinkan kita memakai IP address sejumlah 65 ribuan hosts. Akan tetapi tidak ada satu jaringan yang bisa berisi host sejumlah itu dalam satu subnet tunggal, karena terbatasnya arsitektur jaringan yang ada. Untuk itulah cara yang paling aman adalah membagi satu jaringan tunggal tersebut kedalam banyak segmen jaringan dengan metoda subnetting.

http://img116.imageshack.us/img116/2039/subnettingcfe8.png

Apa sih subnet itu? Subnet adalah sekelompok host (bisa komputer, switch atau lebih tepatnya piranti jaringan) pada satu segmen jaringan yang sama yang berbagi IP jaringan yang sama. Pada protocol TCP/IP umumnya, istilah jaringan dimaksudkan sebagai local area network. jaringan LAN bisa hanya mempunyai satu IP address jaringan tunggal, atau bisa saja jaringan yang memiliki banyak segmen jaringan dimana masing-2 segmen jaringan tersebut mempunyai address jaringan tersendiri. Subnet bisa juga diartikan sebagai pembagian satu address jaringan tunggal menjadi banyak address jaringan atau banyak subnet. Sebagai acuan kita, table berikut ini adalah Class address untuk jaringan private untuk membedakan dengan IP address public diluar range private address.
Class Type Start Address End Address
Class A 10.0.0.0 10.255.255.254
Class B 172.16.0.0 172.31.255.254
Class C 192.168.0.0 192.168.255.254
Kenapa harus dibagi menjadi subnet-2? Coba bayangin aja missal pada gambar dibawah ini, satu company mempunyai jaringan dengan address Class B yang bisa memuat ribuan host IP address sampai 65 ribuan pada satu segment jaringan tunggal. Bagaimana anda akan memaintainnya? Akan sangat susah sekali memeliharanya dan juga administrasinya. Sementara arsitektur jaringan fisik terbatas pada jumlah host yang bisa dimuat dalam satu jaringan fisik.
jaringan komputer dengan satu subnet tunggal
Cara terbaik adalah dengan cara membagi jaringan address Class B ini menjadi banyak kelompok host atau subnet-2 yang mudah dipelihara dan jauh lebih gampang administrasinya. Perhatikan gambar berikut, dimana Class B tadi dibagi-2 menjadi kelompok jaringan subnet yang berbeda.
satu jaringan multiple subnet
Keuntungan dari Subnetting
Disamping memberikan tambahan address jaringan, subnetting sebuah jaringan memberikan banyak keuntungan berikut:
1. Mengurangi congestion / kebanjiran jaringan dengan cara mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. Kita tahu bahwa sinyal broadcast itu sebatas segmen jaringan, tidak melewati segmen yang lain.
2. Anda bisa mengisolasi masalah pada satu subnet, tidak melebar seperti jika anda hanya mempunyai satu jaringan tunggal yang besar
3. Mengurangi usage CPU dengan cara mengurangi jumlah traffic broadcast
4. Memperbaiki keamanan, keamanan bisa diberikan kepada subnet tertentu (dengan menggunakan extended access list pada network router) berdasarkan protocol atau address.
5. Anda bisa menggunakan media berbeda dengan menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.
Subnet Mask
Suatu Subnet Mask adalah angka sebanyak 32 bit (dibagi menjadi 4 octet) yang meng-identifikasikan porsi address jaringan dari suatu IP address. sebagai tambahan, router menggunakan subnet mask untuk membedakan address subnet jaringan local dan address subnet jaringan remote.
Default Subnet Mask
Setiap Class IP address sudah termasuk default subnet mask nya. Dengan tidak adanya custom subnet mask, default subnet mask mendifinisikan pemisahan antara ID jaringan dan ID host. Untuk memahami konsep ini, bayangkan subnet mask sebagai mask (topeng) yang sebenarnya yang menutupi bagian dari suatu IP address. setiap komputer dan router menggunakan mask ini untuk menentukan ID jaringan dari setiap IP address yang harus dikirim. Bit-2 yang ditutupi topeng mask ini tidak menutupi identitas ID host.
Subnet Mask terdiri dari bit “1″ untuk setiap bit yang ditutupi. Dalam format decimal bertitik, setiap octet yang ditutupi oleh subnet mask memiliki nilai 255.

Topeng (Mask)
Default Subnet Mask
Class A
Network = 8 bits
Host = 24 bits
Class A menutupi octet pertama saja
Class A Subnet Mask
Class A Subnet Mask
255.0.0.0
Class B
Network = 16 bits
Host = 16 bits
Class B menutupi dua octet pertama
Class B Subnet Mask
Class B Subnet Mask
255.255.0.0
Class C
Network = 24 bits
Host = 8 bits
Class C menutupi tiga octet pertama
Class C Subnet Mask
Class C Subnet Mask
255.255.255.0
Custom Subnet Mask
Kebanyakan custom subnet mask menutupi bit-2 yang sama seperti pada default mask, dan kemudian menambah menutupi beberapa bit lagi pada octet berikutnya.
Tanpa suatu custom subnet mask, setiap komputer yang ada pada jaringan anda akan menjadi bagian dari segmen fisik yang sama. Dengan custom subnet mask anda bisa menciptakan beberapa subnet (segmen jaringan) tambahan. Jika anda menambahkan bit dari panjang jumlah bit default subnet mask, maka bit-2 itu menjadi bagian dari subnet address, akan tetapi mengurangi jumlah bit-2 yang bisa dipakai oleh host ID.
Seperti halnya default subnet maks, suatu custom subnet mask berkomposisi bit2 “1″ dari bit2 yang ditutupi. Dalam format decimal bertitik, setiap octet yang ditutupi oleh subnet mask bernilai 255. Nilai decimal dari sisa octet bervariasi tergantung jumlah bit yang dipakai oleh custom subnet mask.
Host pada TCP/IP mengidentifikasikan ID jaringan dari suatu IP address dengan menerapkan subnet mask kepada address. bit2 pada address yang ditutupi (dimask – ditopengi) menunjukkan porsi address jaringan, sementara bit2 yang tidak ditutupi adalah porsi address host.
Memilih Suatu Subnet Mask
Untuk mengkalkulasi subnet mask, pertama anda harus memutuskan terlebih dahulu berapa jumlah subnet (segmen jaringan) yang anda butuhkan. Jika anda mempunyai 10 kantor cabang, anda membutugkan setidaknya 10 subnet. Anda juga perlu memikirkan pertumbuhan di masa depan company anda berapa jumlah site (subnet) yang akan tumbuh mungkin 5 tahun atau 10 tahun kedepan. Berikut ini menjelaskan dua metoda untuk mengidentifikasikan angka subnet mask. Sebelumnya juga perlu anda memahami cara konversi IP address dari biner ke desimal dan sebaliknya.
Sebagai contoh company anda membutuhkan 10 subnet untuk jaringan Class B 162.199.0.0, nilai subnet mask yang harus anda gunakan berapa? Berikut adalah langkah-2 menghitungnya.
subnet-mask-calculate
1. Tentukan jumlah subnet mask yang dibutuhkan (hal ini = 10 untuk mewakili 10 kantor cabang anda) dan kemudian konversikan nilai ini kedalam bentuk biner (10 = 1010).
2. Dari nilai biner tersebut (1010) ganti semua bit menjadi “1″, dan untuk sisa octetnya tambahkan dengan “0″ (1111 0000) untuk melengkapi 8 bit (octet)
3. lalu conversikan ke decimal (1111 0000 = 240). Angka 240 ini adalah nilai custom mask
4. Kemudian langkah terakhir adalah menambahkan angka custom mask ini kepada default subnet mask (255.255.0.0 untuk Class B) sehingga custom subnet mask bernilai 255.255.240.0
Atau metoda kedua gunakan table berikut ini (ingat ini hanya satu octet yang dipakai sebagai custom mask):
Posisi Bit
8
7
6
5
4
3
2
1
Bit value
1
1
1
1
1
1
1
1
Decimal value (dari nilai 2 pangkat (n – 1) posisi bit)
128
64
32
16
8
4
2
1
Subnet mask value (2^n)
128
192
224
240
248
252
254
255
Max # subnet (2^m -2)
0
2
6
14
30
62
126
254
Missal untuk custom mask berikut 1111 0000 maka kita lihat dari table berada pada posisi bit ke 5, berarti custom subnet mask nya adalah 240 (jumlah nilai subnet mask bit ke 8 (= 128) ditambah nilai subnet mask ke 7 (=64) plus bit ke 6 (=32) plus bit ke 5 (=16) sama dengan total 240. Jadi jumlah subnet yang bisa dibuat adalah 14 subnet dengan masing-2 jumlah host (tergantung Class address, dalam hal ini Class B) sebanyak:
Subnet mask 255.255.240.0 (1111 1111 1111 1111 1111 0000 0000 0000) jumlah bit yang dipakai untuk subnet mask adalah 20 berarti sisa bit untuk host adalah 12 (32 -20), jadi jumlah IP yang bisa dipakai host adalah (2^m -2) = 4094 host untuk setiap subnet.
Jika masih bingung, jangan khawatir anda tidak sendirian, karena masalah IP adalah momok bagi sebagian praktisi IT apalagi kalau mau ujian CCNA. Download saja calculator subnet disini.
read more
Blogger Template by Clairvo